Rabu, 03 Maret 2021

Taman Wisata Candi Borobudur

Halo teman teman!!!

Bagaimana kabarnya? Semoga semuanya sehat yaa

Tetap stay safe dan patuhi protokol kesehatan ya teman teman....

Di kesempatan menulis blog kali ini aku ingin mengenalkan lebih jauh tempat wisata yang dekat dari daerah rumahku, yang pasti sudah tidak asing di telinga kalian yaitu TWC (Tempat Wisata Candi) Borobudur. Tempat wisata yang cukup populer ini merupakan sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) barat laut dari Kota Yogyakarta, Candi Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling empat gunung yaitu, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu dan Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat Bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur.


Candi Borobudur 

Candi Borobudur merupakan candi atau kuil buddha terbesar di dunia. Candi Borobudur juga merupakan monumen buddha terbesar di dunia, yang dijadikan sebuah tempat wisata umum. Bentuk dari Candi Borobudur ini nampak seperti piramida / bangun limas  segi empat. Karena kemegahan dan ukuran candi, membuat pesona candi bak seperti gunung yang menjulang tinggi. Bahkan dari arah kejauhan telah nampak dengan jelas akan pesona dari candi ini. Candi ini mempunyai banyak relief dan juga stupa yang menceritakan kehidupan manusia yang awalnya mempunyai nafsu yang tinggi tetapi lama- lama mereka meninggalkan kehidupan duniawi.

Candi Borobudur terdiri dari 3 buah tingkatkan. Tingkat pertama / paling bawah disebut dengan kamadhatu, yang memiliki arti bahwa dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian kaki asli yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 160 panel cerita Karmawibhangga yang kini tersembunyi. Sebagian kecil struktur tambahan di sudut tenggara disisihkan sehingga orang masih dapat melihat beberapa relief pada bagian ini. Struktur batu andesit kaki tambahan yang menutupi kaki asli ini memiliki volume 13.000 meter kubik.

Tingkat Kamadhatu

Pada tingkat yang kedua yaitu rupadhatu. Pada tingkat ini berupa empat undak teras yang membentuk lorong keliling yang pada dindingnya dihiasi galeri relief oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu terdiri dari empat lorong dengan 1.300 gambar relief. Panjang relief seluruhnya 2,5 km dengan 1.212 panel berukir dekoratif. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk atau relung dinding di atas pagar langkan atau selasar. Aslinya terdapat 432 arca Buddha di dalam relung-relung terbuka di sepanjang sisi luar di pagar langkan. Pada pagar langkan terdapat sedikit perbedaan rancangan yang melambangkan peralihan dari ranah Kamadhatu menuju ranah Rupadhatu, pagar langkan paling rendah dimahkotai ratna, sedangkan empat tingkat pagar langkan diatasnya dimahkotai stupika (stupa kecil). Bagian teras-teras bujursangkar ini kaya akan hiasan dan ukiran relief.

Tingkat Rupadhatu

Tingkat yang paling atas yaitu arupadhatu. Khusus untuk tingkat ini sama sekali tidak dihiasi relief pada dindingnya, mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Pada pelataran lingkaran terdapat 72 dua stupa kecil berterawang yang tersusun dalam tiga barisan yang mengelilingi satu stupa besar sebagai stupa induk. Stupa kecil berbentuk lonceng ini disusun dalam 3 teras lingkaran yang masing-masing berjumlah 32, 24, dan 16 (total 72 stupa). Dua teras terbawah stupanya lebih besar dengan lubang berbentuk belah ketupat, satu teras teratas stupanya sedikit lebih kecil dan lubangnya berbentuk kotak bujur sangkar. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar. Rancang bangun ini dengan cerdas menjelaskan konsep peralihan menuju keadaan tanpa wujud, yakni arca Buddha itu ada tetapi tak terlihat.
Tingkat Arupadhatu

Selain menikmati kemegahan Candi Borobudur ya teman teman, kalian juga dapat menikmati daya tarik wisata lainnya diantaranya :

  • Menunggangi gajah di Kawasan Borobudur.
  • Bersepeda menyusuri areal Borobudur.
  • Mengunjungi pedesaan sekitar Borobudur yang memiliki ciri khas seperti Dusun Klipoh untuk melihat berbagai kerajinan gerabah atapun mempelajarinya.
  • Naik Kereta Kelinci di sekitar Borobudur.
  • Wisata kuliner.
  • Berburu souvenir.
  • Menikmati keunikan koleksi museum di sekitar Borobudur seperti Museum Kapal Samudera Raksa, Museum GUSBI (Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia) atau Museum MURI, dan Museum Borobudur.
  • Mengunjungi daerah tujuan wisata candi terdekat lainnya seperti Candi Mendut dan Candi Pawon.
  • Menikmati Sunset dan Sunrise dari Candi Borobudur.

Mungkin itu dulu pengenalan tentang tempat wisata di dekat rumahku, semoga kalian suka dan tertarik untuk berwisata di TWC (Tempat Wisata Candi) Borobudur. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk teman teman yang membacanya dan juga bisa dijadikan referensi tempat wisata yang akan kalian kunjungi. Sekian tulisan dari aku, jika ada dari teman teman yang sudah pernah berwisata di TWC (Tempat Wisata Candi) Borobudur juga bisa bercerita di kolom komentar...

Thankyou guyss!!!

Referensi



*Tugas 3

Teks Deskripsi

1 Maret 2021

Wahyu Nida Khoiru Latifa 

2010301118


2 komentar:

  1. Jadi pengin ke sana... Obyek wisata candi borobudur saat ini sdh dibuka utk wiaatawan kak?

    BalasHapus

Mengenali dan Menghindari Gangguan Mental yang Marak Terjadi di Masa Pandemi Covid-19

  “Perlunya Mengenali dan Menghindari Gangguan Mental yang Marak Terjadi di Tengah Pandemi” Penulis : Wahyu Nida Khoiru Latifa Tanpa kit...