Halo teman teman!!
Bagaimana kabar kalian? Semoga
semuanya sehat ya..
Setelah kemarin menulis blog
tentang perkenalanku. On this blog, I want to tell the story of my life again.
Aku ingin bercerita tentang kehidupanku 3 tahun di Pondok Pesantren dan mungkin
ini akan menjadi long story.
First of all, ceritaku bermula
saat aku lulus di sekolah dasar pada tahun 2014. Saat itu orang tua ku ingin
memasukkan aku ke sebuah Pondok Pesantren agar aku terjaga dari pergaulan buruk
dan menginginkan aku untuk memperdalam ilmu agama. Kemudian, ada saudaraku yang tinggal di Yogyakarta
menyarankan orang tua ku untuk menyurvei sebuah Pondok Pesantren di dekat
rumahnya yang cukup terkenal yaitu Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Setelah
itu, orang tua ku akhirnya memutuskan untuk memasukkanku di Pondok Pesantren
tersebut.
Next story, aku mengikuti seleksi
masuk di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dan dinyatakan lulus. Hmm yah, pada
saat itu aku yang masih bisa di bilang anak-anak yang tinggal di daerah
perdesaan belum mengerti betul bagaimana hidup di luar daerahnya. Aku memasuki
Pondok Pesantren yang notabene nya santri-santrinya berasal dari berbagai
wilayah yang mau tidak mau diharuskan untuk mandiri, maka harus bersosiallisasi
dan pada saat itu aku mengalami kesulitan karena aku termasuk orang yang
pendiam, introvert. Di Pondok Pesantren ku ini dilarang meninggalkan asrama
maupun sekolah tanpa seizin pengurus asrama juga dilarang membawa HP, laptop,
dan alat komunikasi lain.
Then, I will tell you bagaimana
kehidupan di Pondok Pesantren, oh ya cerita ini bukan untuk membuat takut untuk
calon santri ya, ini benar benar cerita yang aku alami sendiri. Jadi, mungkin
ceritaku sedikit berbeda dari kisah santri yang lain because every person's
life has a different life story, right?. Di asrama Pondok Pesantren ini aku
harus mulai terbiasa dengan bangun pagi mungkin jam 03.00 pagi tanpa di
bangunkan oleh ibuku. I think, pada saat itu sangat susah karena belum terbiasa
tapi mau tidak mau aku harus bangun agar kebagian antri mandi dan bisa mencuci
pakaianku. Yaaa, kalau dirumah di suruh mandi waktunya mundur-mundur karena
malas kalau di asrama mandi harus mengantri lama terlebih dahulu. Semakin siang
antriannya pun sangat panjang bisa sampai antri 4 orang atau mungkin lebih dan
juga saat mandi pun nanti tidak tenang karena di suruh cepat cepat oleh antrian
yang belum kebagian, bahkan terkadang sampai kehabisan air juga. Setelah mandi,
aku dan santri lainnya solat berjamaah subuh dilanjut pengajian hafal
Al-qur’an. Di sana mewajibkan santri untuk menghafal jus 30 dan surat surat
pilihan. Mengaji Al-qur’an selesai sekitar jam 6-an kemudian mengantri lagi
mengambil nasi dan untuk sarapan, jujur aku kurang suka dengan sayur di asrama
sehingga harus membeli lauk sendiri dikantin dan itupun harus berdesak-desakan
dengan santri kakak kelas yang sangat banyak sampai terkadang kehabisan lauk
dan mau tidak mau hanya makan dengan kecap yang dibawakan ibu dari rumah. Setelah
sarapan para santri bersiap siap dengan cepat untuk berangkat ke sekolah karena
gerbang asrama akan di tutup pukul 07.00 WIB, jika terlambat nantinya akan
dikenakan sangsi dari pondok.
Sekolahku di MTs. Sunan
Pandanaran, satu yayasan dengan asramaku. Sebenarnya sama saja dengan sekolah
sekolah lainnya jadi aku hanya akan bercerita sedikit, yang membedakan hanya
putra dan putri dibedakan gedungnya jadi aku selama 3 tahun tidak banyak
berinteraksi dengan laki-laki. Di sekolahku ini juga menambahkan beberapa mata pelajaran
kitab dan ada juga mata pelajaran hafidz yang di dalam mata pelajaran tersebut
mensetor lagi ayat yang sudah di hafal di asrama. Di sekolah terdapat 2 sesi
istirahat yang memperbolehkan untuk pulang ke asrama, istirahat pertama 15
menit istirahat kedua 1 jam dikarenakan untuk makan siang dan solat dzuhur
berjamaah. Sekolah selesai pukul 15.00 WIB.
Tidak banyak waktu santai yang aku gunakan karena setelah pulang sekolah hanya berganti pakaian kemudian siap-siap jamaah solat asar yang dilanjut tadarus Al-qur’an. Setelah itu, dilanjut dengan antri nasi dan sayur untuk makan sore/malam dengan berdesak-desakan lagi, saat sore kantin sudah tutup maka beli lauknya saat istirahat sekolah siang hari. Sebelum makan, aku biasanya mengantri untuk mandi dan mencuci baju dulu agar badanku bersih dan tidak bau setelah seharian berdesak desakan dengan santri lain. Setelah mandi baru aku makan sambil menunggu waktu maghrib tiba. Selanjunya solat maghrib berjamaah di lanjutkan mengaji hafalan Al-quran lagi. Sepulang mengaji para santri tidak diperbolehkan kembali ke kamar terlebih dahulu kecuali yang berhalangan karena dilanjutkan jamaah solat isya. Sehabis solat isya, barulah terdapat waktu senggang untuk bersantai mengobrol dengan teman, membaca buku atau novel, belajar, mengerjakan tugas, menyetrika baju, dan lain lain.
Maybe it was then, the story of
my life at Pondok Pesantren selama 3 tahun. Di tempat ini banyak pelajaran
hidup yang di dapat seperti hidup mandiri, menghargai orang lain, sabar, banyak
pengalaman, banyak kenalan luar daerah, dan masih banyak lagi hal positif yang
di dapat. Aku sangat senang pernah merasakan hidup di Pondok Pesantren bahkan
sekarang setelah lulus aku ingin mengulang lagi pada saat di Pondok Pesantren.
Sekian cerita yang sangat banyak dari aku semoga teman teman berkenan atau
mungkin teman teman dulu pernah di Pondok Pesantren juga bisa bercerita di
kolom komentar..
Thankyou guyss!!!!
*Tugas 2
Teks Narasi
22 Februari 2021
Wahyu Nida Khoiru Latifa
2010301118


