Sabtu, 03 Juli 2021

Mengenali dan Menghindari Gangguan Mental yang Marak Terjadi di Masa Pandemi Covid-19

 “Perlunya Mengenali dan Menghindari Gangguan Mental yang Marak Terjadi di Tengah Pandemi”

Penulis : Wahyu Nida Khoiru Latifa

Tanpa kita sadari, selain kesehatan fisik, kesehatan mental seseorang ternyata juga ikut terkena dampak dari COVID-19. Apalagi di tambah dengan pemerintah yang saat ini mengeluarkan kebijakan New Normal yang diartikan sebagai  tatanan baru untuk beradaptasi dengan COVID-19. Pemerintah juga sudah memberlakukan aturan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar, yang mana kita tidak diperbolehkan bersosialisasi secara langsung dengan orang-orang terdekat karena khawatir menciptakan Cluster baru atau penularan COVID-19. Dengan adanya PSBB ini kita mengalami gangguan dalam bersosialisasi, seperti kerja, sekolah, rapat, dan kegiatan sosial lainnya dilaksanakan melalui media online dari rumah. Kegiatan lain seperti refresing atau jalan jalan juga tidak dapat dilakukan karena adanya aturan PSBB ini, sehingga seseorang mengalami stress ketika tidak mendapat hiburan karena yang dilakukan hanya di rumah saja dengan bekerja, sekolah, atau kegiatan lainnya yang terkesan monoton.


Hal lain dari dampak dari COVID-19 yaitu pada sektor ekonomi. Banyak usaha yang terancam bangkrut dikarenakan sepi pengunjung atau konsumen, bahkan banyak perusahaan yang memangkas jumlah karyawan untuk menghindari kebangkrutan yang besar. Dampak dari perusahaan yang nyaris bangkrut bukan hanya di rasakan oleh ownernya, tetapi juga ekonomi dari karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Penghasilan yang diperoleh perusahaan di tengah pandemi seperti ini tentunya tidak banyak, maka banyak pula karyawan yang di PHK ataupun di potong gaji. Karyawan yang sudah di PHK kesusahan dalam mencari pekerjaan dan mereka juga memikirkan konsisi financial mereka bagaimana mereka bertahan hidup jika tidak memiliki penghasilan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran para pekerja dan bahkan bisa mengganggu mental mereka.


Meskipun sudah hampir 2 tahun lamanya Virus Corona atau COVID-19 ini memasuki Indonesia. Akan tetapi, rasa was was kita terhadap COVID-19 tidak sedikitpun berkurang. Bahkan kita semakin merasa terancam dengan virus ini karena sangat mematatikan dan banyak yang sudah terkena bahkan sampai meninggal. Meskipun sudah lama, tetapi kita masih merasa sulit untuk beradaptasi dengan virus mematian ini. Tetapi di sisi lain mau tidak mau kita juga harus membiasakan diri untuk beradaptasi dengan COVID-19. Kita juga harusnya menanggapi COVID-19 ini dengan hal hal yang positif agar kesehatan mental kita tidak ikut terganggu.

Di masa pandemi COVID-19 ini, banyak yang mengalami gangguan mental atau psikis tanpa di sadari oleh individu tersebut. Mengapa terjadi gangguan mental di masa pandemi? Hal itu terjadi karena kita ketakutan terhadap wabah, selain itu rasa terasing muncul ketika kita menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, dan yang paling penting biasanya kita kebingungan akibat informasi yang simpang siur atau tidak jelas. Hal-hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental. Apalagi untuk usia lansia yang rentan mengalami gangguan mental, dan petugas medis yang mana bertugas memeriksa orang yang mengidap COVID-19.


Menurut alomedika.com terdapat penelitian mengenai gangguan mental yang terjadi di masa pandemi COVID-19, penelitian ini dilakukan di Tiongkok, Hong Kong, Macau, dan Taiwan, yang melibatkan 52.730 responden. Hasil penelitian tersebut menunjukkan beberapa faktor yang berperan meningkatkan gangguan mental, seperti peningkatan gangguan cemas menyeluruh, panik, dan depresi, yaitu:

  • Jenis kelamin perempuan lebih rentan mengalami stres dan dapat mengalami post traumatic stress disorder atau di singkat PTSD.
  • Usia 18-30 tahun atau diatas 60 tahun lebih rentan, karena usia 18-30 tahun merupakan usia produktif dan lebih banyak mendapatkan informasi dari sosial media sehingga meningkatkan terjadinya stres. Sementara, tingginya tingkat kematian pada pasien berusia diatas 60 tahun membuat terjadinya gangguan mental yang meningkat pada kelompok usia tersebut
  • Tingkat pendidikan yang lebih tinggi berkaitan dengan self-awareness terhadap kesehatan yang lebih tinggi, sehingga mereka mudah mengalami stres
  • Pekerja yang bermigrasi mengalami peningkatan distres terkait kekhawatiran risiko penularan dari transportasi publik, serta penurunan pendapatan akibat penundaan atau pengurangan pekerjaan
  • Masyarakat yang tinggal di dekat dengan regio sentral kasus tertinggi

Hal lain yang juga mempengaruhi tingkat distres psikologis atau gangguan mental di masa pandemi COVID-19, adalah tersedianya sumber daya kesehatan, efisiensi sistem kesehatan publik, serta tindakan mengontrol dan preventif yang dilakukan pemerintah terhadap situasi pandemik tersebut. Dikarenakan sektor perekonomian pemerintah menurun maka tersedianya sumber daya kesehatan kurang memadai dan juga kekurangan tenaga medis.

Jadi, kita juga perlu untuk mengetahui ciri-ciri dari gangguan mental akibat COVID-19. Tekanan yang berlangsung selama pandemi ini dapat menyebabkan gangguan mental seperti :

  • Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat. Hal tersebut biasanya terjadi pada seseorang yang circle sosialnya sudah banyak yang terjangkit sehingga menjadi merasakan ketakutan berlebih.
  • Perubahan pola tidur dan pola makan dikarenakan terlalu bingung dirumah terus dan menurutnya sangat monoton, sehingga menimbulkan rasa malas dan menyebabkan pola makan dan tidur berantakan.
  • Bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, terutama pada anak- anak. Di masa anak-anak seharusnya mereka bertumbuhkembang dengan bermain bersama teman sebayanya. Akan tetapi di masa pandemi ini mestinya orang tua takut anaknya terkena virus corona apabila membiarkan anaknya untuk keluar rumah, apalagi bergerombol.
  • Sulit berkonsentrasi. Menurut kompas.com hal yang membuat kita sulit untuk berkonsentrasi dikarenakan gaya hidup seperti kurang tidur, kondisi lapar, kegelisahan, hingga stres berlebih. Hal-hal tersebutlah yang terjadi ketika kita berada di masa pandemi COVID-19.
  • Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. Terdapat beberapa orang yang merasa dirinya terlalu di kekang dengan melampiaskan ke alkohol dan obat obatan yang berlebihan. Hal tersebut terjadi karena jika sudah melakukannya mereka merasa tenang.
  • Memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi. Salah satu penyebab kesehatan fisik memburuk karena mempunyai pikiran yang berlebihan seperti takut terserang covid dan pikiran lainnya hingga stress dan menyebabkan imun tubuh menurun. Hal tersebut mengakibatkan kesehatan memburuk.
  • Munculnya gangguan psikosomatis. Penyakit ini merupakan penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh, di mana pikiran memengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau menjadi bertambah parah. Psikomatis yang biasanya terjadi di masa pandemi COVID-19 diantaranya sakit kepala, nafsu makan yang menurun, batuk, bersin dan sebagainya.

Setelah kita mengetahui dari beberapa ciri-ciri dari gangguan mental di masa pandemi COVID-19. Maka harusny kita juga mengetahui apa saja tips untuk menjaga kesehatan mental selama  masa pandemi COVID-19. Berikut ini beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental selama masa pandemi COVID-19 :

  1. Memperbanyak aktivitas fisik. Kita bisa di rumah melakukan beberapa olahraga ringan dirumah, seperti yoga, pilates, olahraga lantai, push up, sit up, dan lain sebagainya. Bahkan akhir-akhir ini banyak mentor olahraga yang melakukan sesi online dengan menggunakan zoom meeting. Kita juga dapat melakukan aktivitas fisik dengan bersih-bersih rumah ataupun mencuci baju, kendaraan, dan perkakas lainnya. Atau opsi lainnya kita berjemur di luar ruangan agar mendapat sinar matahari yang sangat bagus untuk kesehatan, dengan berjemur di luar ruangan kita juga bisa me-refresh otak kita. Akan tetapi jika diluar ruangan alangkah baiknya jika menggunakan masker dan menaati protokol kesehatan. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh kita akan lebih banyak memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan yang lebih penting dapat memperbaiki mood kita.
  2. Menyusun kegiatan/rutinitas sendiri. Sebaiknya selama menjalani karantina di rumah, kita bisa hobi atau aktivitas yang kita sukai, misalnya memasak, membaca buku, atau menonton seri film. Hal tersebut membuat kita di jauhkan dari negatif thinking dan juga menaikkan mood kita. Selain meningkatkan mood dan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh karena karantina di rumah.
  3. Mengonsumsi makanan bergizi. Kita sebaiknya di masa pandemi COVID-19 ini di anjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna seperti protein yang bisa di akali dengan telur, lemak sehat dengan mengkonsumsi daging-dagingan, karbohidrat dengan makan nasi atau cereal, vitamin yang bisa berupa buah dan sayuran ataupun berbentuk obat, mineral merupakan hal yang paling penting karena dengan memperbanyak air minum imun tubuh kita semakin kuat, dan yang terakhir yaitu serat bisa berupa roti. Di masa pandemi COVID-19 ini sebaiknya kita juga menjaga imun tubuh kita dengan beragam obat vitamin dan juga nutrisi dari susu. Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh kita, asupan nutrisi yang cukup juga dapat menjaga kesehatan mental kita, baik secara langsung maupun tidak langsung.
  4. Menghilangkan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk yang di maksud misal kita memiliki kebiasaan jorok hanya mandi sekali sehari. Itu sebaiknya harus kita ubah agar tidak terkena resiko penularan virus corona. Atau mungkin kebiasaan tidak membersihkan rumah dan mencuci baju bagi orang tertentu. Karena di masa pandemi COVID-19 ini resiko penularan juga bisa terjadi melalui laundry jika tempat laundry tersebut tidak disterilisasikan.
  5. Dapat memilah informasi yang terpercaya dan tepat. Di masa pandemi COVID-19 ini banyak berita yang tidak tau asal usulnya atau bisa dikatakab hoax tidak jelas. Sehingga lebih baik jika kita membatasi waktu kita untuk menonton, membaca, ataupun mendengar berita mengenai virus corona ini, baik melalui media televisi, media cetak, maupun media sosial. Hal tersebut nyatanya sangat berguna karena mengurangi rasa cemas kita kepada pemikiran yang berlebihan akan virus corona ini. Meskipun begitu, jangan terlalu menutup diri atau mengabaikan sepenuhnya dari informasi yang penting. Kita sebaiknya memilah  informasi yang akan kita terima secara kritis dan bijak. Dengan mendapatkan informasi mengenai pandemi virus corona ini hanya dari sumber yang terpercaya.
  6. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat melalui teknologi. Bagaimana caranya meluangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja di tengah masa pandemi COVID-19 ini yang mana harus mengikuti aturan PSBB? Di masa yang mana saat ini teknologi sudah canggih kita dapat berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, mapun rekan kerja kita melalui pesan whatsapp, telepon, maupun video call. Kita pun bisa melihat mereka ataupun mengabadikan momen kita dengan bermedia sosial seperti instagram, facebook, whatsapp, tiktok, dan media sosial lainnya. Kita juga bisa menceritakan kekhawatiran, kebosanan, ataupun kecemasan yang kita rasakan kepada orang-orang terdekat kita. Dengan cara ini, tekanan yang kita rasakan dapat berkurang dan menjadikan kita bisa lebih tenang dalam mengahadapi virus corona ini.

Di masa pandemi COVID-19 ini banyak sektor yang terdampak selain sektor kesehatan, akan tetapi dampaknya sampai pada sektor ekonomi dan pariwisata yang menyebabkan banyak karyawan diberhentikan atau di PHK karena perusahaan dan pariwisata mengalami kerugian atau bangkrut. Dikarenakan hal tersebut pengangguran di Indonesia semakin meningkat dan timbul kecemasan para karyawab baik yang belum di PHK maupun yang sudah di PHK. Kecemasan yang berlebihan itu berupa bagaimana kelanjutan financial mereka kedepannya dan kecemasan ini dapat mengakibatkan gangguan mental. Gangguan mental tersebut dapat berupa peningkatan gangguan cemas menyeluruh, panik, dan bahkan depresi. Terdapat beberapa golongan orang yang rawan terkena gangguan mental. Terdapat ciri-ciri yang terjadi jika mengalami gangguan mental diantaranya ketakutan dan kecemasan yang berelebihan, perubahan pola tidur dan pola makan, bosan dan stress, sulit berkonsentrasi, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, memburuknya kesehatan fisik, dan juga gangguan psikosomatis. Akan tetapi gangguan mental dapat dihindari dengan beberapa tips diantaranya melakukan aktifitas fisik, menyusun kegiatan/rutinitas sendiri, mengkonsumsi makanan bergizi, menghilangkan kebiasaan buruk, dapat memilah informasi yang terpercaya dan tepat, dan yang paling penting tetap melakukan komunikasi dengan keluarga dan orang-orang terdekat.

Dengan demikian, diperlukan kesadaran perilaku yang tepat dalam menyikapi COVID-19 ini agar tidak semakin banyak gangguan mental yang terjadi. Kita seharusnya tetap menaati protokol kesehatan agar terhindar dari kemungkinan COVID-19 ini. Lebih pentingnya kita harus berpikiran positif jangan berpikir kemungkinan buruk saja tapi kita juga bisa berpikir hal positifnya seperti lebih sering di rumah, banyak waktu luang bersama keluarga, dan banyak hal lain yang patut kita syukuri dari dampak COVID-19 ini. 


Jumat, 07 Mei 2021

Amalan yang Dianjurkan Saat Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Halo teman teman!!!

Bagaimana kabarnya? Semoga semuanya sehat yaa

Tetap stay safe dan patuhi protokol kesehatan ya teman teman....

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan semangat ya puasanya!!



Ramadhan berasal dari akar kata bahasa Arab ramiḍa atau ar-ramaḍ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Dalam bulan ramadhan terdapat Puasa Ramadhan yang hukumnya merupakan fardhu (diwajibkan) untuk Muslim dewasa, kecuali mengalami halangan untuk melakukannya seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, diabetes atau sedang mengalami menstruasi. Lama waktu puasa yaitu dari pagi hingga petang, Muslim dilarang untuk makan, minum cairan apapun, merokok, dan berhubungan seksual. Selain itu, mereka diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa untuk menyempurnakan pahala puasa, seperti berkata yang jelek (seperti menghina, memfitnah, mengutuk, berbohong) dan berkelahi.

Bulan Ramadhan tahun ini cukup berbeda dari bulan ramadhan dua tahun lalu dan tahun tahun sebelumnya. Bulan ramadhan tahun ini masih sama dengan bulan ramadhan tahun lalu, yang dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Walaupun di tengah-tengah masa new normal, masyarakat tetap melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan demi menyambut bulan suci ini dengan tetap melaksanakan potokol kesehatan seperti menggunakan masker berjaga jarak tapi tidak menghalangi semangat mereka untuk melakukan kegiatan menyambut Ramadhan.

Seluruh umat muslim di seluruh dunia menyambut gembira kedatangan bulan suci ini, tidak terkecuali umat muslim di Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia. Salah satu amalan yang di sunahkan pada bulan Ramadhan adalah Tadarus Al- Qur’an. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Al-Qur'an diturunkan. Oleh karena itu mengaji atau tadarus adalah amalan sunnah di bulan puasa Ramadhan yang sangat dianjurkan.


Berikut adalah hadist mengenai tadarus Al-qur’an

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

"Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya. (H.R. Bukhari No. 3220)

Selain itu terdapat beberapa keutamaan yang bisa didapatkan jika melakukan tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadan :

1. Pahala dilipat gandakan sepuluh kali lipat

Tentu seseorang yang membaca Al-Qur’an akan dihitung pahala dari setiap hurufnya. Apabila kamu melakukan tadarus Al-Qur’an di bulan Ramadan, maka akan dilipat gandakan pahalanya sepuluh kebaikan.

2. Mendekatkan diri kepada Allah Al-Qur'an

Selain itu, membaca Al-Qur'an di bulan suci Ramadan juga membuat seseorang semakin mendekatkan diri kepada Al-Quran dan Islam. Kesempatan mendekatkan diri ini tentu saja tidak selalu didapatkan saat hari-hari biasa.

3. Pikiran menjadi lebih positif

Berpikir positif memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Terlebih lagi menahan emosi selama berpuasa. Terutama ketika sedang tertimpa suatu masalah, tidak sedikit orang yang cenderung berpikiran negatif. Namun dengan membaca Al-Qur'an, hal tersebut dapat memberi pengaruh yang baik untuk keadaan psikologis seseorang.

4. Hati jiwa menjadi lebih tenang

Selain itu, melakukan tadarus Al-Qur’an juga memberi kehidupan pada jiwa, akal dan jasadnya. Jadi dengan rutin tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadan, maka bisa memiliki ketenangan dan ketentraman hati maupun jiwa.

5. Waktu jadi lebih produktif

Bulan Ramadan berarti kesempatan kamu menggunakan waktu untuk hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat. Dengan tadarus Al-Qur'an sehabis salat, nyatanya lebih berguna dibandingkan tidur. Memang kegiatan apapun yang dilakukan saat sedang berpuasa akan dianggap sebagai ibadah termasuk tidur, akan tetapi akan lebih bermanfaat lagi apabila kita lakukan kegiatan tadarus Al-qur’an.

Nah, itulah beberapa keutamaan tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadhan. Di tengah masa pandemi ini kita di batasi dalam berkegiatan sosial di luar rumah, akan lebih baik jika kita gunakan waktu luang saat berpuasa dengan bertadarus di rumah. Sehingga waktu yang kita lalui saat berpuasa akan terasa sebentar jika kita gunakan dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah pahala ibadah kita di  bulan Ramadhan ini.

Sekian tulisan dari aku, apabila ada salah kata atau penulisan yang salah maaf yang sebesar-besarnya. Semangat berpuasa teman-teman yang menjalankan, jangan lupa membaca Al-Qur’an.


Thank you guys!!!

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb

 

# Teks Persuasi

26 April 2021

Wahyu Nida Khoiru Latifa 

2010301118

 

Jumat, 02 April 2021

Pengalaman Kuliah Pertama di Masa Pandemi Era New Normal

 Hai teman-teman !!!!

Bagaimana kabar kalian ? Semoga selalu diberi kesehatan yaa, tidak lupa juga selalu menaaati protokol kesehatan ya..

Tidak terasa sudah satu tahun Pandemi Virus Covid-19 masuk ke Indonesia, dan selama itu pula kita mengurangi aktivitas tatap muka langsung dengan lingkungan sekitar. Kita tidak bisa bertemu dengan teman teman kita secara langsung, kehilangan pekerjaan, keuangan tidak stabil, dan yang paling penting kegiatan pembelajaran di lakukan secara Daring atau Online. Pasti teman-teman juga merasakan kesedihan itu, khususnya para pelajar yang melakukan pembelajaran daring. Aku pun juga merasakan suka duka pembelajaran yang dilakukan secara daring. Nah, di blog kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang kisahku yang menjadi mahasiswa baru di Universitas Tidar pada saat masa pandemi atau era kenormalan baru.


Awal mendengar tentang adanya virus Covid-19 di Wuhan, aku tidak berekspetasi akan menyebar sangat cepat, apalagi hingga sampai ke Indonesia. Aku yang pada saat itu masih di bangku SMA kelas 3 sedang sibuk-sibuknya menyiapkan ujian nasional dan juga ujian masuk perguruan tinggi tidak terlalu mengikuti perkembangan virus Covid-19. Sehingga aku sangat terkejut saat pemerintah mengumumkan bahwa pembelajaran dilakukan secara daring atau online di rumah dengan tujuan untuk mencegah bertambahnya orang yang terpapar virus Covid-19. Tidak lama setelah itu, pemerintah juga mengumumkan bahwa ujian nasional di tiadakan, sehingga kelulusan di tentukan pada ujian sekolah yang pada saat itu sudah dilakukan. Mendengar hal itu aku merasa sedih, apalagi tidak dapat melakukan perayaan acara kelulusan dengan teman-teman secara langsung.

Beberapa minggu kemudian, aku melakukan ujian masuk perguruan tinggi jalur SBMPTN ke salah satu kampus di yogyakarta. Akan tetapi, nasib baik belum memihakku aku tidak lolos dalam ujian tersebut. Hingga aku mendengar bahwa Universitas Tidar membuka ujian mandiri tahap 2. Aku langsung mendaftar dan alhamdulillahnya aku lolos ujian mandiri tahap 2 Universitas Tidar. Aku merasa sangat bersyukur sekali, karena jika tidak lolos ujian saat itu aku akan melakukan Gapyear.



Awal perkuliahan dimulai, aku merasa sedih tidak bisa melakukan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) atau dikenal dengan OSPEK, secara langsung. Aku melakukan PKKMB secara daring dengan menggunakan media aplikasi zoom. Aku juga tidak mengenal teman-teman kuliahku secara langsung atau bertatap muka, sehingga sangat sulit berkomunikasi karena merasa canggung. Bahkan, aku baru tiga kali mengunjungi kampus pada tahun pertama kuliah, karena memang kampus sangat ketat akan protokol kesehatan. Aku juga belum pernah bertemu dengan dosen-dosen mata kuliah secara langsung padahal saat ini aku sudah semester 2. Sehingga, aku belum pernah merasakan perkuliahan yang sesungguhnya.

Perkuliahan yang dilakukan secara daring ini juga mengharuskan mahasiswa memiliki pengetahuan teknologi agar tidak tertinggal perkuliahan, koneksi internet yang stabil, dan perangkat yang memadai. Selain itu, kegiatan pembelajaran juga tidak efektif karena gangguan lingkungan sekitar yang ramai tidak kondusif. Ada beberapa dosen juga yang hanya memberikan tugas dan materi, tanpa melakukan penyampaian materi secara sinkronus (virtual). Akan tetapi di samping itu, ada juga lho manfaat dari perkuliahan daring ini, diantaranya yaitu kita dapat belajar teknologi, hemat karena tidak perlu bolak-balik ke kampus, dan masih banyak lagi.


Mungkin itu saja yang dapat aku ceritakan tentang pengalamanku mengikuti perkuliahan daring pada tahun pertama kuliah. Semoga Pandemi Virus Covid-19 segera menghilang dari bumi ini dan kita dapat melakukan aktivitas normal seperti dulu. Semoga teman teman di mudahkan segala urusan dan tercapai mimpi-mimpinya, Amin... Mohon maaf apabila ada kesalahan ataupun menyinggung dalam penyampaian..

Terimakasih!!

*UTS Menulis

Kamis, 1 April 2021


Rabu, 03 Maret 2021

Taman Wisata Candi Borobudur

Halo teman teman!!!

Bagaimana kabarnya? Semoga semuanya sehat yaa

Tetap stay safe dan patuhi protokol kesehatan ya teman teman....

Di kesempatan menulis blog kali ini aku ingin mengenalkan lebih jauh tempat wisata yang dekat dari daerah rumahku, yang pasti sudah tidak asing di telinga kalian yaitu TWC (Tempat Wisata Candi) Borobudur. Tempat wisata yang cukup populer ini merupakan sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) barat laut dari Kota Yogyakarta, Candi Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling empat gunung yaitu, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu dan Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat Bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur.


Candi Borobudur 

Candi Borobudur merupakan candi atau kuil buddha terbesar di dunia. Candi Borobudur juga merupakan monumen buddha terbesar di dunia, yang dijadikan sebuah tempat wisata umum. Bentuk dari Candi Borobudur ini nampak seperti piramida / bangun limas  segi empat. Karena kemegahan dan ukuran candi, membuat pesona candi bak seperti gunung yang menjulang tinggi. Bahkan dari arah kejauhan telah nampak dengan jelas akan pesona dari candi ini. Candi ini mempunyai banyak relief dan juga stupa yang menceritakan kehidupan manusia yang awalnya mempunyai nafsu yang tinggi tetapi lama- lama mereka meninggalkan kehidupan duniawi.

Candi Borobudur terdiri dari 3 buah tingkatkan. Tingkat pertama / paling bawah disebut dengan kamadhatu, yang memiliki arti bahwa dunia yang masih dikuasai oleh kama atau "nafsu rendah". Bagian ini sebagian besar tertutup oleh tumpukan batu yang diduga dibuat untuk memperkuat konstruksi candi. Pada bagian kaki asli yang tertutup struktur tambahan ini terdapat 160 panel cerita Karmawibhangga yang kini tersembunyi. Sebagian kecil struktur tambahan di sudut tenggara disisihkan sehingga orang masih dapat melihat beberapa relief pada bagian ini. Struktur batu andesit kaki tambahan yang menutupi kaki asli ini memiliki volume 13.000 meter kubik.

Tingkat Kamadhatu

Pada tingkat yang kedua yaitu rupadhatu. Pada tingkat ini berupa empat undak teras yang membentuk lorong keliling yang pada dindingnya dihiasi galeri relief oleh para ahli dinamakan Rupadhatu. Lantainya berbentuk persegi. Rupadhatu terdiri dari empat lorong dengan 1.300 gambar relief. Panjang relief seluruhnya 2,5 km dengan 1.212 panel berukir dekoratif. Rupadhatu adalah dunia yang sudah dapat membebaskan diri dari nafsu, tetapi masih terikat oleh rupa dan bentuk. Tingkatan ini melambangkan alam antara yakni, antara alam bawah dan alam atas. Pada bagian Rupadhatu ini patung-patung Buddha terdapat pada ceruk atau relung dinding di atas pagar langkan atau selasar. Aslinya terdapat 432 arca Buddha di dalam relung-relung terbuka di sepanjang sisi luar di pagar langkan. Pada pagar langkan terdapat sedikit perbedaan rancangan yang melambangkan peralihan dari ranah Kamadhatu menuju ranah Rupadhatu, pagar langkan paling rendah dimahkotai ratna, sedangkan empat tingkat pagar langkan diatasnya dimahkotai stupika (stupa kecil). Bagian teras-teras bujursangkar ini kaya akan hiasan dan ukiran relief.

Tingkat Rupadhatu

Tingkat yang paling atas yaitu arupadhatu. Khusus untuk tingkat ini sama sekali tidak dihiasi relief pada dindingnya, mulai lantai kelima hingga ketujuh dindingnya tidak berelief. Tingkatan ini dinamakan Arupadhatu (yang berarti tidak berupa atau tidak berwujud). Denah lantai berbentuk lingkaran. Tingkatan ini melambangkan alam atas, di mana manusia sudah bebas dari segala keinginan dan ikatan bentuk dan rupa, namun belum mencapai nirwana. Pada pelataran lingkaran terdapat 72 dua stupa kecil berterawang yang tersusun dalam tiga barisan yang mengelilingi satu stupa besar sebagai stupa induk. Stupa kecil berbentuk lonceng ini disusun dalam 3 teras lingkaran yang masing-masing berjumlah 32, 24, dan 16 (total 72 stupa). Dua teras terbawah stupanya lebih besar dengan lubang berbentuk belah ketupat, satu teras teratas stupanya sedikit lebih kecil dan lubangnya berbentuk kotak bujur sangkar. Patung-patung Buddha ditempatkan di dalam stupa yang ditutup berlubang-lubang seperti dalam kurungan. Dari luar patung-patung itu masih tampak samar-samar. Rancang bangun ini dengan cerdas menjelaskan konsep peralihan menuju keadaan tanpa wujud, yakni arca Buddha itu ada tetapi tak terlihat.
Tingkat Arupadhatu

Selain menikmati kemegahan Candi Borobudur ya teman teman, kalian juga dapat menikmati daya tarik wisata lainnya diantaranya :

  • Menunggangi gajah di Kawasan Borobudur.
  • Bersepeda menyusuri areal Borobudur.
  • Mengunjungi pedesaan sekitar Borobudur yang memiliki ciri khas seperti Dusun Klipoh untuk melihat berbagai kerajinan gerabah atapun mempelajarinya.
  • Naik Kereta Kelinci di sekitar Borobudur.
  • Wisata kuliner.
  • Berburu souvenir.
  • Menikmati keunikan koleksi museum di sekitar Borobudur seperti Museum Kapal Samudera Raksa, Museum GUSBI (Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia) atau Museum MURI, dan Museum Borobudur.
  • Mengunjungi daerah tujuan wisata candi terdekat lainnya seperti Candi Mendut dan Candi Pawon.
  • Menikmati Sunset dan Sunrise dari Candi Borobudur.

Mungkin itu dulu pengenalan tentang tempat wisata di dekat rumahku, semoga kalian suka dan tertarik untuk berwisata di TWC (Tempat Wisata Candi) Borobudur. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk teman teman yang membacanya dan juga bisa dijadikan referensi tempat wisata yang akan kalian kunjungi. Sekian tulisan dari aku, jika ada dari teman teman yang sudah pernah berwisata di TWC (Tempat Wisata Candi) Borobudur juga bisa bercerita di kolom komentar...

Thankyou guyss!!!

Referensi



*Tugas 3

Teks Deskripsi

1 Maret 2021

Wahyu Nida Khoiru Latifa 

2010301118


Kamis, 25 Februari 2021

The Story of my life Being a Student at Pondok Pesantren

 

Halo teman teman!!

Bagaimana kabar kalian? Semoga semuanya sehat ya..


Setelah kemarin menulis blog tentang perkenalanku. On this blog, I want to tell the story of my life again. Aku ingin bercerita tentang kehidupanku 3 tahun di Pondok Pesantren dan mungkin ini akan menjadi long story.


First of all, ceritaku bermula saat aku lulus di sekolah dasar pada tahun 2014. Saat itu orang tua ku ingin memasukkan aku ke sebuah Pondok Pesantren agar aku terjaga dari pergaulan buruk dan menginginkan aku untuk memperdalam ilmu agama. Kemudian,  ada saudaraku yang tinggal di Yogyakarta menyarankan orang tua ku untuk menyurvei sebuah Pondok Pesantren di dekat rumahnya yang cukup terkenal yaitu Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Setelah itu, orang tua ku akhirnya memutuskan untuk memasukkanku di Pondok Pesantren tersebut.


Next story, aku mengikuti seleksi masuk di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dan dinyatakan lulus. Hmm yah, pada saat itu aku yang masih bisa di bilang anak-anak yang tinggal di daerah perdesaan belum mengerti betul bagaimana hidup di luar daerahnya. Aku memasuki Pondok Pesantren yang notabene nya santri-santrinya berasal dari berbagai wilayah yang mau tidak mau diharuskan untuk mandiri, maka harus bersosiallisasi dan pada saat itu aku mengalami kesulitan karena aku termasuk orang yang pendiam, introvert. Di Pondok Pesantren ku ini dilarang meninggalkan asrama maupun sekolah tanpa seizin pengurus asrama juga dilarang membawa HP, laptop, dan alat komunikasi lain.


Then, I will tell you bagaimana kehidupan di Pondok Pesantren, oh ya cerita ini bukan untuk membuat takut untuk calon santri ya, ini benar benar cerita yang aku alami sendiri. Jadi, mungkin ceritaku sedikit berbeda dari kisah santri yang lain because every person's life has a different life story, right?. Di asrama Pondok Pesantren ini aku harus mulai terbiasa dengan bangun pagi mungkin jam 03.00 pagi tanpa di bangunkan oleh ibuku. I think, pada saat itu sangat susah karena belum terbiasa tapi mau tidak mau aku harus bangun agar kebagian antri mandi dan bisa mencuci pakaianku. Yaaa, kalau dirumah di suruh mandi waktunya mundur-mundur karena malas kalau di asrama mandi harus mengantri lama terlebih dahulu. Semakin siang antriannya pun sangat panjang bisa sampai antri 4 orang atau mungkin lebih dan juga saat mandi pun nanti tidak tenang karena di suruh cepat cepat oleh antrian yang belum kebagian, bahkan terkadang sampai kehabisan air juga. Setelah mandi, aku dan santri lainnya solat berjamaah subuh dilanjut pengajian hafal Al-qur’an. Di sana mewajibkan santri untuk menghafal jus 30 dan surat surat pilihan. Mengaji Al-qur’an selesai sekitar jam 6-an kemudian mengantri lagi mengambil nasi dan untuk sarapan, jujur aku kurang suka dengan sayur di asrama sehingga harus membeli lauk sendiri dikantin dan itupun harus berdesak-desakan dengan santri kakak kelas yang sangat banyak sampai terkadang kehabisan lauk dan mau tidak mau hanya makan dengan kecap yang dibawakan ibu dari rumah. Setelah sarapan para santri bersiap siap dengan cepat untuk berangkat ke sekolah karena gerbang asrama akan di tutup pukul 07.00 WIB, jika terlambat nantinya akan dikenakan sangsi dari pondok.

Mushola Al-jauharoh Sunan Pandanaran

Sekolahku di MTs. Sunan Pandanaran, satu yayasan dengan asramaku. Sebenarnya sama saja dengan sekolah sekolah lainnya jadi aku hanya akan bercerita sedikit, yang membedakan hanya putra dan putri dibedakan gedungnya jadi aku selama 3 tahun tidak banyak berinteraksi dengan laki-laki. Di sekolahku ini juga menambahkan beberapa mata pelajaran kitab dan ada juga mata pelajaran hafidz yang di dalam mata pelajaran tersebut mensetor lagi ayat yang sudah di hafal di asrama. Di sekolah terdapat 2 sesi istirahat yang memperbolehkan untuk pulang ke asrama, istirahat pertama 15 menit istirahat kedua 1 jam dikarenakan untuk makan siang dan solat dzuhur berjamaah. Sekolah selesai pukul 15.00 WIB.

MTs. Sunan Pandanaran Yogyakarta

Tidak banyak waktu santai yang aku gunakan karena setelah pulang sekolah hanya berganti pakaian kemudian siap-siap jamaah solat asar yang dilanjut tadarus Al-qur’an. Setelah itu, dilanjut dengan antri nasi dan sayur untuk makan sore/malam dengan berdesak-desakan lagi, saat sore kantin sudah tutup maka beli lauknya saat istirahat sekolah siang hari. Sebelum makan, aku biasanya mengantri untuk mandi dan mencuci baju dulu agar badanku bersih dan tidak bau setelah seharian berdesak desakan dengan santri lain. Setelah mandi baru aku makan sambil menunggu waktu maghrib tiba. Selanjunya solat maghrib berjamaah di lanjutkan mengaji hafalan Al-quran lagi. Sepulang mengaji para santri tidak diperbolehkan kembali ke kamar terlebih dahulu kecuali yang berhalangan karena dilanjutkan jamaah solat isya. Sehabis solat isya, barulah terdapat waktu senggang untuk bersantai mengobrol dengan teman, membaca buku atau novel, belajar, mengerjakan tugas, menyetrika baju, dan lain lain.


Maybe it was then, the story of my life at Pondok Pesantren selama 3 tahun. Di tempat ini banyak pelajaran hidup yang di dapat seperti hidup mandiri, menghargai orang lain, sabar, banyak pengalaman, banyak kenalan luar daerah, dan masih banyak lagi hal positif yang di dapat. Aku sangat senang pernah merasakan hidup di Pondok Pesantren bahkan sekarang setelah lulus aku ingin mengulang lagi pada saat di Pondok Pesantren. Sekian cerita yang sangat banyak dari aku semoga teman teman berkenan atau mungkin teman teman dulu pernah di Pondok Pesantren juga bisa bercerita di kolom komentar..


Thankyou guyss!!!!


*Tugas 2

Teks Narasi

22 Februari 2021

Wahyu Nida Khoiru Latifa 

2010301118

 

Kamis, 18 Februari 2021

My first self introduction blog


Hello teman teman blogku!!!!

First of all, aku mau memperkenalkan diri. Anggaplah tulisan pertamaku ini buat jadi perkenalan kita. I don’t really know where to start, but maybe I can start with my life story. Namaku Wahyu Nida Khoiru Latifa dan biasa dipanggil Nida. Aku sekarang berumur 18 tahun dan sedang berkuliah semester 2 di Universitas Tidar. Aku berasal dari Magelang, Jawa tengah.

 

Aku lahir di Magelang, 7 April 2002 dengan background keluarga yang alhamdulillah berkecukupan dan sederhana. Aku mempunyai 2 adik laki laki yang sedang bersekoah di bangku SMA dan yang satunya berumur 4 tahun. Adikku yang pertama sedang mempersiapkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. So,mohon doanya teman teman semoga dimudahkan..

 

Okay next riwayat pendidikanku, sedari kecil aku di bekali ilmu agama yang kuat oleh orang tuaku. Sehingga aku disekolahkan ke dalam sekolah yang berbasis agama dari kecil. Aku pernah sekolah sekaligus masuk ke Pondok Pesantren di Yogyakarta, MTs. Sunan Pandanaran. Di sana aku tinggal di asrama yang di dalamnya hanya terdapat teman teman perempuan. Saat itu, aku bingung untuk melanjutkan pendidikan karena selama 3 tahun di Yogyakarta aku tidak terlalu mengenal sekolah sekolah di daerah Magelang. Hingga kemudian aku diarahkan oleh kedua orang tuaku untuk meneruskan pendidikan di MAN 1 Magelang. Setelah lulus sekolah aku bingung untuk meneruskan ke perguruan tinggi dikarenakan saat mengikuti UTBK aku tidak lolos. Hingga kemudian mendengar kabar bahwa Universitas Tidar membuka ujian masuk jalur mandiri tahap 2 dan alhamdulillahnya aku lolos di tahap tersebut. So, sekarang aku sudah memasuki semester 2 diperkuliahanku dengan mengambil Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mungkin itu dulu perkenalan dariku.. I hope you like it.

 

Alasanku untuk membuat blog ini dikarenakan aku ingin mengasah kemampuan menulisku yang mungkin masih belum baik dan juga ingin berbagi pengetahuan dengan teman teman.. and perhaps add to the experience in the world of writing.

 

Hope you had fun reading my first page of my blog. Semoga blog ini bermanfaat bagi teman teman dan mungkin teman teman bisa bercerita tentang your life story di kolom komentar. Jika ada masukan atau kritikan I will try to be open minded and learn it.

 

Thankyou guys!!!!

 

*Tugas 1

15 Februari 2021

Wahyu Nida Khoiru Latifa 
2010301118

Mengenali dan Menghindari Gangguan Mental yang Marak Terjadi di Masa Pandemi Covid-19

  “Perlunya Mengenali dan Menghindari Gangguan Mental yang Marak Terjadi di Tengah Pandemi” Penulis : Wahyu Nida Khoiru Latifa Tanpa kit...