Kamis, 25 Februari 2021

The Story of my life Being a Student at Pondok Pesantren

 

Halo teman teman!!

Bagaimana kabar kalian? Semoga semuanya sehat ya..


Setelah kemarin menulis blog tentang perkenalanku. On this blog, I want to tell the story of my life again. Aku ingin bercerita tentang kehidupanku 3 tahun di Pondok Pesantren dan mungkin ini akan menjadi long story.


First of all, ceritaku bermula saat aku lulus di sekolah dasar pada tahun 2014. Saat itu orang tua ku ingin memasukkan aku ke sebuah Pondok Pesantren agar aku terjaga dari pergaulan buruk dan menginginkan aku untuk memperdalam ilmu agama. Kemudian,  ada saudaraku yang tinggal di Yogyakarta menyarankan orang tua ku untuk menyurvei sebuah Pondok Pesantren di dekat rumahnya yang cukup terkenal yaitu Pondok Pesantren Sunan Pandanaran. Setelah itu, orang tua ku akhirnya memutuskan untuk memasukkanku di Pondok Pesantren tersebut.


Next story, aku mengikuti seleksi masuk di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dan dinyatakan lulus. Hmm yah, pada saat itu aku yang masih bisa di bilang anak-anak yang tinggal di daerah perdesaan belum mengerti betul bagaimana hidup di luar daerahnya. Aku memasuki Pondok Pesantren yang notabene nya santri-santrinya berasal dari berbagai wilayah yang mau tidak mau diharuskan untuk mandiri, maka harus bersosiallisasi dan pada saat itu aku mengalami kesulitan karena aku termasuk orang yang pendiam, introvert. Di Pondok Pesantren ku ini dilarang meninggalkan asrama maupun sekolah tanpa seizin pengurus asrama juga dilarang membawa HP, laptop, dan alat komunikasi lain.


Then, I will tell you bagaimana kehidupan di Pondok Pesantren, oh ya cerita ini bukan untuk membuat takut untuk calon santri ya, ini benar benar cerita yang aku alami sendiri. Jadi, mungkin ceritaku sedikit berbeda dari kisah santri yang lain because every person's life has a different life story, right?. Di asrama Pondok Pesantren ini aku harus mulai terbiasa dengan bangun pagi mungkin jam 03.00 pagi tanpa di bangunkan oleh ibuku. I think, pada saat itu sangat susah karena belum terbiasa tapi mau tidak mau aku harus bangun agar kebagian antri mandi dan bisa mencuci pakaianku. Yaaa, kalau dirumah di suruh mandi waktunya mundur-mundur karena malas kalau di asrama mandi harus mengantri lama terlebih dahulu. Semakin siang antriannya pun sangat panjang bisa sampai antri 4 orang atau mungkin lebih dan juga saat mandi pun nanti tidak tenang karena di suruh cepat cepat oleh antrian yang belum kebagian, bahkan terkadang sampai kehabisan air juga. Setelah mandi, aku dan santri lainnya solat berjamaah subuh dilanjut pengajian hafal Al-qur’an. Di sana mewajibkan santri untuk menghafal jus 30 dan surat surat pilihan. Mengaji Al-qur’an selesai sekitar jam 6-an kemudian mengantri lagi mengambil nasi dan untuk sarapan, jujur aku kurang suka dengan sayur di asrama sehingga harus membeli lauk sendiri dikantin dan itupun harus berdesak-desakan dengan santri kakak kelas yang sangat banyak sampai terkadang kehabisan lauk dan mau tidak mau hanya makan dengan kecap yang dibawakan ibu dari rumah. Setelah sarapan para santri bersiap siap dengan cepat untuk berangkat ke sekolah karena gerbang asrama akan di tutup pukul 07.00 WIB, jika terlambat nantinya akan dikenakan sangsi dari pondok.

Mushola Al-jauharoh Sunan Pandanaran

Sekolahku di MTs. Sunan Pandanaran, satu yayasan dengan asramaku. Sebenarnya sama saja dengan sekolah sekolah lainnya jadi aku hanya akan bercerita sedikit, yang membedakan hanya putra dan putri dibedakan gedungnya jadi aku selama 3 tahun tidak banyak berinteraksi dengan laki-laki. Di sekolahku ini juga menambahkan beberapa mata pelajaran kitab dan ada juga mata pelajaran hafidz yang di dalam mata pelajaran tersebut mensetor lagi ayat yang sudah di hafal di asrama. Di sekolah terdapat 2 sesi istirahat yang memperbolehkan untuk pulang ke asrama, istirahat pertama 15 menit istirahat kedua 1 jam dikarenakan untuk makan siang dan solat dzuhur berjamaah. Sekolah selesai pukul 15.00 WIB.

MTs. Sunan Pandanaran Yogyakarta

Tidak banyak waktu santai yang aku gunakan karena setelah pulang sekolah hanya berganti pakaian kemudian siap-siap jamaah solat asar yang dilanjut tadarus Al-qur’an. Setelah itu, dilanjut dengan antri nasi dan sayur untuk makan sore/malam dengan berdesak-desakan lagi, saat sore kantin sudah tutup maka beli lauknya saat istirahat sekolah siang hari. Sebelum makan, aku biasanya mengantri untuk mandi dan mencuci baju dulu agar badanku bersih dan tidak bau setelah seharian berdesak desakan dengan santri lain. Setelah mandi baru aku makan sambil menunggu waktu maghrib tiba. Selanjunya solat maghrib berjamaah di lanjutkan mengaji hafalan Al-quran lagi. Sepulang mengaji para santri tidak diperbolehkan kembali ke kamar terlebih dahulu kecuali yang berhalangan karena dilanjutkan jamaah solat isya. Sehabis solat isya, barulah terdapat waktu senggang untuk bersantai mengobrol dengan teman, membaca buku atau novel, belajar, mengerjakan tugas, menyetrika baju, dan lain lain.


Maybe it was then, the story of my life at Pondok Pesantren selama 3 tahun. Di tempat ini banyak pelajaran hidup yang di dapat seperti hidup mandiri, menghargai orang lain, sabar, banyak pengalaman, banyak kenalan luar daerah, dan masih banyak lagi hal positif yang di dapat. Aku sangat senang pernah merasakan hidup di Pondok Pesantren bahkan sekarang setelah lulus aku ingin mengulang lagi pada saat di Pondok Pesantren. Sekian cerita yang sangat banyak dari aku semoga teman teman berkenan atau mungkin teman teman dulu pernah di Pondok Pesantren juga bisa bercerita di kolom komentar..


Thankyou guyss!!!!


*Tugas 2

Teks Narasi

22 Februari 2021

Wahyu Nida Khoiru Latifa 

2010301118

 

6 komentar:

Mengenali dan Menghindari Gangguan Mental yang Marak Terjadi di Masa Pandemi Covid-19

  “Perlunya Mengenali dan Menghindari Gangguan Mental yang Marak Terjadi di Tengah Pandemi” Penulis : Wahyu Nida Khoiru Latifa Tanpa kit...